Selamat Datang

Selamat membaca dan mengutip, jangan menjadi plagiat
Bagi pemilik tulisan harap kunjungi "surat untuk penulis"

Selasa, 28 Desember 2010

ASAL USUL CANDI MUARA TAKUS




Oleh : Febby Febriyandi. YS


            Candi Muara Takus merupakan kompleks Candi terbesar yang terdapat di Pulau Sumatera. Candi peninggalan agama Budha ini terdapat di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Desa Muara Takus berjarak kurang lebih 135 kilo meter dari kota pekanbaru. Jarak kompleks candi Muara Takus dengan Pusat desa Muara Takus kurang lebih 2,5 kilo meter, dekat pinggir sungai Kampar Kanan. Untuk menuju Desa Muara Takus dapat ditempuh dengan jalur darat, dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam dari Pekanbaru.

            Di luar areal Candi terdapat tembok yang mengelilingi kompleks candi sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan. Tembok ini terbuat dari tanah dengan ukuran 1,5 x 1,5 kilometer. Di dalam pagar luar ini terdapat lagi tembok yang mengelilingi Kompleks Candi Muara Takus dengan ukuran 74x74 meter dengan tinggi 60 cm dari permukaan tanah. Di dalam kompleks terdapat 6 gugusan candi yaitu : Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, Palangka dan dua buah bangunan lain yang diperkirakan merupakan tempat pembakaran tulang manusia. Di luar  kompleks candi terdapat pula beberapa bekas bangunan yang sampai saat ini belum dapat dipastikan jenis bangunan dan kegunaannya pada masa lampau. Bangunan candi ini merupakan peninggalan agama Budha, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya stupa yang merupakan lambang Budha dan juga terbukti dari teras-teras candi Muara Takus yang mirip dengan Candi Borobudur.

Secara rinci, Kompleks Candi Muara Takus adalah sebagai berikut :
-          Candi Tua : Candi ini merupakan candi yang terbesar diantara bangunan lainnya, dan memiliki sisi sebanyak 36 buah.
-          Candi Bungsu : Candi ini aslinya berukuran 7,50m x 16,28m, namun setelah dipugar pada tahun 1988 sampai tahun 1990 tinggi Candi Bungsu menjadi 6.20 dari permukaan tanah.
-          Candi Mahligai : Candi ini memiliki pondasi berbentuk bujur sangkar yang berukuran 10,44m x 10,60m. Di atas pondasi terdapat pondamen bersegi delapan (astokoma) yang memiliki 28 sisi. Di atas pondasi berdiri sebuah menara setinggi 14,30m.
-          Palangka : Candi ini dipugar pada tahun 1987 dan selesai pada tahun 1989
-          Bangunan I : Bangunan ini diperkirakan sebagai tempat pembakaran Mayat
-          Bangunan II : Bangunan ini diperkirakan sebagai Candi, namun tidak diketahui nama dan bentuk utuhnya.

            Seluruh bangunan di dalam maupun di luar kompleks Candi Muara Takus terbuat dari batu bata merah yang berbentuk persegi panjang dan pipih. Menurut cerita, batu bata merah berasal dari tanah galian di Desa Pongkai (suatu desa yang berada di sebelah hilir Kompleks Candi Muara Takus). Nama desa pongkai sendiri berasal dari bahasa Cina yaitu Pong yang artinya tanah dan Kai yang berarti galian. Untuk membawa batu bata dari Desa Pongkai ke tempat pembangunan candi dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Meskipun kebenaran cerita ini belum dapat dipastikan tetapi hal tersebut menggambarkan bahwa pembangunan candi dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat.
           
Sampai saat ini keberadaan Candi Muara Takus belum dikenal luas bahkan di dalam negeri sendiri. Padahal, candi Muara Takus merupakan peninggalan masa Kejayaan Agama Hindu terbesar di Pulau Sumatera (Perca). Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya literatur mengenai asal usul Candi Muara Takus. Cerita asal mula Candi Muara Takus sangat tidak populer bila dibandingkan dengan kisah-kisah asal usul Candi lainnya yang berada di tanah Jawa. Untuk itu perlu kita gali kembali cerita asal usul candi Muara Takus agar keberadaannya dapat lebih dikenal halayak luas.

Candi Muara Takus merupakan milik masyarakat rumpun adat Andiko Nan 44 yang mendiami daerah Kabupaten Kampar dengan pusat pemerintahan adat di Muara Takus dengan Pucuk Pimpinan bergelar Dt. Rajo Dibalai. Wilayah kedaulatan Andiko Nan 44 meliputi sembilan (9) negeri yaitu : Neger XII Koto Kampar, Negeri 5 koto, Negeri 5 Selo Rokan, Negeri Tapung, Negeri Muara Soko, Negeri Kampar Kiri, Negeri Singingi Kampar Kuantan, Negeri 6 koto Bungo setangkai, Negeri Kapur Sembilan. Wilayah ini merupakan wilayah Kabupaten Kampar sebelum Kampar dimekarkan menjadi beberapa Kabupaten.

            Dalam versi cerita rakyat yang hidup dalam alam fikiran masyarakat rumpun adat Andiko Nan 44, Candi Muara Takus merupakan hadiah Puteri Kerajaan Hindia bernama Puteri Indira Dunia (Indah Dunia) untuk masyarakat rumpun adat Andiko Nan 44, dan kemudian mengembangkan kerajaan ke negeri Palembang. Menurut cerita pimpinan adat setempat, nama muara takus diambil dari bahasa Cina TA = Besar, KU = Tua, S = Candi, yang berarti Candi Tua dikerajaan Besar. Karena letak candi di muara sungai maka dipakai nama Muara Takus
Berikut cerita asal usul Candi Muara Takus, yang menurut masyarakat rumpun adat Andiko Nan 44 dapat dijumpai dalam bait Ashabul Hikayat :

 Putera andiko gagah perkas
Melaksanakan titah tekad pertama
Membela negeri tanah tercinta
Pulau Perca negeri Sumatera
Guna kepentingan orang bersama

Perahu dinaiki tiga putera
Pencalang kuning nama bahtera
Bekal dipersiapkan hanya seketika
Comin towi panah dupanya

Sampailah dondang di selat Malaka
Datanglah angin sangat kencangnya
 Ombak dan badai datang menerpa
Petir dan kilat sela menyela
Perjalanan jauh tiada terduga
Kini berada di Samudra Hindia
Entah apa gerangan kisahnya
Alamat bertanda sudah tiada
                               
Teringatlah titah inyiek dibalai
Elang berbunyi dekat pantai
Pergunakan akal hadanglah badai
Cermin cuaca menembus tirai
            Tersebutlah suatu masa dalam negeri Muara Takus yang pada waktu itu bernama Minanga Tanwan,  pucuk pimpinan Dt.Rajo Dibalai berkeinginan mengembara ke pesisir pantai dan berlayar ke selat Malaka hingga kelautan lepas untuk melihat daerah luar Minanga Tanwan dan membawa misi perdamaian. Dt. Rajo Dibalai yang ahli tabib membawa serta orang kepercayaannya untuk menjalankan misi tersebut, maka dipanggillah Dt. Bandaro Tanjung (ahli menyelam) dan Dt. Sati Gn. Malelo (ahli memanah).
Datuk yang bertiga ini dengan menggunakan dondang (perahu) yang bernama Pencalang Kuning meninggalkan negeri Minanga Tanwan menyusuri sungai, mengarungi laut. Sampailah datuk yang bertiga di lautan lepas yang tidak bertuan mereka mengarungi laut selama beberapa hari, siang berganti malam, malam berganti pagi.. Meski dihempas ombak dan badai, angin kencang disertai petir yang menggelegar namun datuk yang bertiga tetap teguh mengarungi samudera. Dt Rajo Dibalai tidak kehilangan akal, dengan kesaktiannya Dt Rajo Dibalai menahan gelombang besar dan angin kencang, hingga sampailah datuk yang bertiga di lautan Hindia (kerajaan Hindia pada waktu itu).
           
Andiko meneropong ke arah jauh
Garuda menyambar ingin membunuh
Terlihat dondang hati tersentuh
Panah dilepas puteri pun jatuh

Andiko menyelam terjun ke laut
Mencari sang putri hati terpaut
Nafas tersendat tantangan maut
Tekad bergumal bercampur takut

Putri ditopang naik perahu
Andiko menyembur do’a seteru
Hidupdan mati belum lah tentu
Buruk dan baik takdir yang satu

Putri bangkit dengan selamat
Wajah jelita hati tertambat
Mau disapa belumlah dapat
Lembut tuturnya pakai isyarat

Indira Dunia nama putrinya
Anak Raja di negeri India
Sudah termashur kemana-mana
Rumpun agama Hindu dan Budha

            Dari tengah laut Dt Rajo Dibalai melihat kearah pantai, tiba-tiba ada seekor burung Garuda yang hendak mencengkram seorang gadis, untuk dijadikan santapan. Melihat sang gadis dalam kesusahan Dt. Rajo Dibalai langsung menitahkan kepada Dt. Sati Gn. Malelo untuk menembak Garuda tersebut. Sebagai ahli memanah Dt. Sati tidak pernah meleset, anak panah Dt. Sati tepat mengenai kepala burung Garuda. Karena kesakitan tak tertahankan burung Garuda melepaskan gadis dalam cengkramannya. Sang gadis jatuh ke laut dalam, dengan cekatan Dt. Bandaro Tanjung menyelam ke dasar laut dan menyelamatkan sang gadis. Gadis itu kemudian dinaikkan ke atas perahu, keadaanya sudah kepayahan dan tidak sadarkan diri. Dengan kesaktiannya Dt. Rajo Dibalai mengobati gadis tersebut, dan akhirnya nyawa sang gadis dapat tertolong. Setelah kesadarannya pulih, Dt. Rajo Dibalai menanyakan siapakah gerangan sang gadis nan cantik jelita, kemudian ia menjawab bahwa dirinya bernama Putri Indira Dunia anak dari Raja India.
Putri sadar dari semburan
Kapal mengejar penuh kawalan
Mengambil putri mau diselamatkan
Dibawa balik istana kerajaan

Putri menolak kehendak nahkoda
Andiko bertiga orang berjasa
Perlu hadiahkan mahligai stupa
Bangunan istana di pulau perca
Muara Takus Indah Dunia Sriwijaya
Putri berpesan kepada ayahanda
Kirim tenaga ahli dan bala tentara
Kembangkan persahabatan ke seantero dunia
Demi kejayaan kerajaan India

            Salah seorang dari prajurit Istana kerajaan India melaporkan kepada Raja bahwa Putri Indira Dunia ditawan ditengah laut oleh orang tak dikenal. Seketika itu juga raja India mengirimkan bala tentara dengan menggunakan kapal perangnya untuk menyelamatkan sang Putri. Kesalah pahaman tersebut dapat diselesaikan oleh sang putri, dia menyampaikan kepada ayahanda bahwa datuk yang bertiga bukan hendak menawannya, melainkan telah menyelamatkan dirinya dari serangan burung garuda yang buas. Putri Indira Dunia kemudian meminta kepada ayahanda raja agar datuk yang bertiga diberikan hadiah. Putri meminta agar ayahanda raja mengirimkan tenaga ahli dan bala tentara untuk membangun istana di pulau Perca demi mengembangkan persahabatan ke seluruh dunia dan kejayaan kerajaan India, istana tersebut diberi nama Muara Takus Indah Dunia Sriwijaya.
                       
Kembali andiko laksamana putera
Penjelajah lautan samudera India
Membawa Puteri kerajaan ternama
Indira Dunia cantik jelita
Mendaulatkan raja di pulau perca
Membuat kemakmuran serta berjaya

Indira bermukim di batu berindik
Atas siasat Dt. Melancar yang cerdik
Merahasiakan puteri ingin diselamatkan
Menghindarkan dirinya dari ancaman
                               
Panjang jungu raja yang zalim
Memerintah negeri sangatlah garang
Andiko bersiteru menentang yang zalim
Melancar bersiasat mencari menang
Andiko bertiga dijemput pengawal
Masuk kebui pengawalan berjejal
Inyiek dibalai sangatlah kesal
Kezaliman raja perlu disangkal

Puteri ditangkap masuk istana
Begitulah takdir telah menimpa
Apakah petaka atau bencana
Panjang jungu berbuat semena
           
                       
            Datuk yang bertiga kembali ke negeri Muara Takus dengan membawa serta Putri Indiri Dunia untuk mendirikan kerajaan di Muara Takus dan untuk kemakmuran seluruh rakyat. Di Muara takus, putri Indiria Dunia bermukin di kampung batu berindik. Hal ini sengaja dilakukan untuk menghindarkan putri dari segala kejahatan yang akan menimpa. Namun apa dikata, keberadaan putri di pulau perca diketahui oleh raja Panjang Jungu yang sangat jahat dan biadab. Raja Panjang Jungu mengirmkan pasukannya ke Muara Takus Untuk menangkap Putri Indira Dunia dan dibawa ke Istananya sebagai tawanan.   Dt. Melancar kemudian menyampaikan siasat kepada Dt. Rajo Dibalai untuk melawan raja Panjang Jungu yang zalim. Dt. Rajo Dibalai diminta untuk menyerahkan diri menjadi tawanan raja Panjang Jungu, hal ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan sang Putri.

Minanga Tanwan berbukit batu
Armada merapat di batu berhidung
Bala bantuan bangkit bersatu
Membela puteri sedang tersandung

Mendengar armada datang seketika
Ingin menjemput puteri mahkota
Panjang jungu diliputi bencana
Meninggalkan istana tanggalkan tahta
Nyawa merenggut datang petaka
Konon cerita dikejar amukan Gajah
Raja zalim raja disanggah
Raja adil raja disembah

            Raja Panjang Jungu masuk perangkap, dan menangkap Dt. Rajo Dibalai sehingga Dt.Rajo Dibalai dapat mengetahui keberadaan sang Putri. Karena kesaktiannya Dt. Rajo dibalai dengan mudah keluar dari tawanan Raja Panjang Jungu untuk meminta bala bantuan dari Muara Takus. Bertepatan dengan itu, bala tentara dari kerajaan India telah sampai di Muara Takus. Maka Dt. Rajo dibalai bersama kesatria andiko dan pasukan kerajaan India menyerang ke istana Raja Panjang Jungu. Mendengar datangnya serangan pasukan Dt. Rajo Dibalai dan bala tentara kerajaan India, raja Panjang Jungu sangat ketakutan, dan akhirnya lari meninggalkan istana lari kehutan dan mati dibunuh amukan gajah. Akhirnya putri Indira Dunia dapat diselamatkan dan kembali ke Muara Takus.
           
Indira kerja sama inyiek dibalai
Berserta bandaro pandai menyelam
Saatnya tiba membangun mahligai
Pentanda negeri aman dan tentram
               
Keseluruhan itu siasat si Melancar
Orangnya cerdik ahli berkelakar
Sekarang saatnya masa berputar
Kerajaan Muara Takus menjadi tenar

Pucuk andiko orang berjasa
Inyiek dibalai sanjungan bersama
Hasil musyawarah andiko semua
Mengangkat maharaja negeri tercinta

Maharaja Dibalai gelar putera mahkota
Memerintah negeri penuh bijak sana
Memimpin adil dambaan semua
Cita-cita terwujud sejak lama

Istana mahligai telah dibangun
Anak negeri datang berhimpun
Bekerja keras berduyun-duyun
Pemerintah andiko telah tersusun

Indira merasa telah bahagia
Kerajaan Muara Takus telah berjaya
Persahabatan terjalin sudah
Pulang ke India misi bertambah

Armada berlabuh di Minanga Tanwan
Maharaja Puteri penuh kawalan
Mengembangkan agama dan persahabatan
Kerajaan Muara Takus ingin diserahkan
               
Puteri melangkah bersama armada
Angsa putih penunjuk jalan
Entah apa gerangan yang diterima
Hamba sedih mengganggu pikiran

Melepas putera dari Minanga Tanwan
Melaksanakan misi ingin di emban
Menuju jambi-palembang kedukan
Perjalanan suci untuk kemakmuran.
           
            Putri Indira Dunia sangat merasa behutang budi kepada seluruh putra andiko nan 44 yang telah menyelamatkan dirinya dari kejahatan si raja zalim, maka dari itu putri bekerja sama dengan seluruh putra andiko dan dibantu utusan kerajaan India membangun sebuah mahligai di Muara Takus sebagai penghormatan kepada rakyat Muara Takus. Dt. Rajo Dibalai sebagai pucuk pimpinan adat yang telah banyak berjasa memimpin dengan adil bijaksana, diangkat sebagai Maharaja negeri Andiko Nan 44 dan diberi gelar Maharaja Dibalai. Mahligai selesai dibangun, putri Indira Dunia sangat senang. Putri Indira Dunia beserta Maharaja Dibalai kemudian melanjutkan pengembangan agama dan persahabatan menuju Jambi-Palembang, untuk menciptakan kemakmuran. Sedangkan negeri Muara Takus rumpun adat Andiko Nan 44 dipimpin oleh kemenakan Maharaja Dibalai dan tetap memakai gelar Dt. Rajo Dibalai. ***
            Demikian cerita asal usul Candi Muara Takus yang hidup dalam alam fikiran masyarakat rumpun adat Andiko Nan 44. Yang ditekankan dalam cerita ini bukanlah persoalan benar atau tidaknya isi cerita berdasarkan bukti sejarah, tetapi bagaimana cerita tersebut berfungsi sebagai sejarah kolektif bagi masyarakat, yang memberikan keyakinan mengenai peradaban nenek moyang mereka. Selain itu, cerita ini paling tidak dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan untuk melakukan kajian lebih dalam mengenai asal usul rumpun adat Andiko Nan 44 dan hubungannya dengan kerajaan Sriwijaya atau kerajaan Melayu Riau-Lingga.




BAHAN RUJUKAN

Akbar, Ali. 1996. Kemitraan Adat Berpilin Tiga Daerah Kampar – Riau.Bangkinang. LKTIKA.
Bey, Ramli. 1997. Sejarah Perjuangan Daerah Kampar Dengan Segala Aspeknya. Bangkinang.
Ishaq Isjoni, Drs, M.Si, dkk. 2002. Orang Melayu. Pekanbaru. Unri Press
Suwardi MS. 1991. Budaya Melayu Dalam Perjalanannya Menuju Masa Depan. Pekanbaru. Pusat Penelitian UNRI.


                                                                                               
Ditulis untuk program Rampai Budaya RRI Cabang Pratama Tanjungpinang. Th 2009.
                                                                                               



6 komentar:

  1. Yang mengutip tulisan ini,harap mengikuti kaidah pengutipan

    BalasHapus
  2. banyak bohongnya daripada benarnya ni cerita

    BalasHapus
  3. ngarang aja nih orang yang cerita...minanga tamwan tu emangnya dimana? sampai sekarang masih simpang siur ada yang bilang di daerah sungai batang hari jambi, ada yang bilang di dharmasraya..para sejarawan aja masih nyari

    BalasHapus
  4. komentator sekalian, perlu disadari bahwa sejarah memang bersifat versi, lain sumber lain pula alur cerita maupun tokohnya, terlebih asal mula candi muara takus merupakan legenda bagi orang Ocu di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar-Riau, sehingga sangat subjektif. kebenaran suatu cerita rakyat (cerita apapun, termasuk candi2 di jawa dan seluruh Tanah air) tidak bisa dinilai benar /salahnya. karena itu adalah sejarah kolektif yang tidak menuntut kebenaran materil.memang siapa saja boleh percaya dan boleh juga tidak, tapi menuduh cerita tersebut adalah bohong dan karangan, saya fikir itu tuduhan yang kurang bijak. salam

    BalasHapus
  5. http://reretaipan88.blogspot.com/2018/06/asiataipan-taipanqq-taipanbiru-beberapa.html

    Taipanbiru
    TAIPANBIRU . COM | QQTAIPAN .NET | ASIATAIPAN . COM |
    -KARTU BOLEH BANDING, SERVICE JANGAN TANDING !-
    Jangan Menunda Kemenangan Bermain Anda ! Segera Daftarkan User ID terbaik nya & Mainkan Kartu Bagusnya.
    Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
    1 user ID sudah bisa bermain 8 Permainan.
    BandarQ
    AduQ
    Capsasusun
    Domino99
    Poker
    BandarPoker
    Sakong
    Bandar66

    Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
    Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
    customer service kami yang profesional dan ramah.
    NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER
    Anda Juga Dapat Memainkannya Via Android / IPhone / IPad
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami-Online 24jam !!
    • WA: +62 813 8217 0873
    • BB : D60E4A61

    Daftar taipanqq

    Taipanqq

    taipanqq.com

    Agen BandarQ

    Kartu Online

    Taipan1945

    Judi Online

    AgenSakong

    BalasHapus